Pages

Selasa, September 03, 2013

Ketika aku 30 tahun

Kali ini ijinkan aku bernostalgia, sahabat. Ijinkan aku untuk menengok ke beberapa tahun yang lalu, saat aku masih berusia 30 tahun. Belum terlalu lama berselang saat itu, jadi rasanya tak akan terlalu sulit bagiku untuk mengenang kembali masa-masa itu. Coba kita lihat, apa saja "pencapaianku" pada saat itu.

Pada usiaku yang ke-30 tahun, kurasakan hidupku kian lengkap
Lengkap yang aku maksudkan disini adalah aku punya keluarga (kecilku) sendiri : suami dan anak. Pada saat itu, usia Shasa baru 2 tahun dan aku baru menjalani kehidupan rumah tangga selama 3 tahun. Kedua orang tua dan kedua mertuaku masih bisa mendampingku dan keluarga kecilku. Lengkap rasanya hidup di antara orang-orang terkasih sepanjang waktu.

Pada usiaku yang ke-30 tahun, aku memiliki pekerjaan yang menyenangkan
Saat itu aku sudah bekerja selama hampir 5 tahun dan pekerjaan yang aku jalani sungguh menyenangkan. Aku tak lagi harus bergantung pada kedua orang tuaku, karena aku telah mampu memiliki penghasilan sendiri. Bahkan aku sudah  bisa membelikan orang tua sesuatu dari uang hasil kerja kerasku sendiri.
Aku menikmati pekerjaanku dan segala kesibukanku di dunia kerja. Dengan bekerja aku bisa mengaktualisasikan diriku. Pekerjaanku pun dapat kujalani dengan sepenuh hati, karena keluarga (suami, orang tua dan mertua) mendukung pekerjaanku.

Pada usiaku yang ke-30 tahun, aku "berpisah" dengan suami
Ya, di saat usiaku "baru" 30 tahun dan Shasa baru 2 tahun, aku terpaksa berpisah dari suamiku. Saat itu suamiku mendapat tugas dari kantornya untuk mengikuti pendidikan selama 1 tahun di Yogyakarta. Berpisah dari suami, di saat kami baru menjalani rumah tangga dan Shasa masih kecil tentu menjadi kenangan tak terlupakan bagiku. Untunglah, keberadaan orang tua dan mertua mampu menutup ketidakhadiran suami di sisiku pada saat itu. Meski begitu, saat berpisah dengan suami selama 1 tahun itu, mau tak mau aku belajar untuk lebih mandiri.

Pada usiaku yang ke-30 tahun, aku telah memiliki yang aku inginkan
Sebagaimana manusia pada umumnya, rumah adalah kebutuhan utama. Alhamdulillah, di usiaku yang ke-30 tahun aku (dan suami) sudah memiliki rumah sendiri, walau kami beli secara kredit. Suatu kebanggaan bagi kami pada saat itu, karena kami  telah mampu membeli rumah sendiri (meski sangat sederhana) tanpa harus merepotkan orang tua masing-masing.
Keberadaan rumah yang sangat sederhana itu sangat aku syukuri, karena setidaknya kami telah memiliki tempat jika kami keluar dari rumah orang tua sepulangnya suami mengikuti pendidikan di Yogyakarta.

Apalagi yang telah aku miliki di usiaku yang ke-30 tahun itu?
Jika dilihat secara materi memang tak terlalu banyak, maklum saja kami berdua sama-sama PNS yang bekerja belum terlalu lama, sehingga gaji pokok kami juga masih sangat kecil. Saat itu aku hanya punya satu sepeda motor (bekas), sebuah HP yang dibawa suami selama pendidikan di Yogyakarta, sedikit tabungan di bank dan sedikit perabot rumah tangga.
Jika dilihat secara immateriil... rasanya sudah cukup banyak yang aku miliki. Aku memiliki bekal pendidikan yang bagus dari orang tuaku. Aku memiliki banyak sahabat dan teman dekat yang sangat berarti bagiku. Aku memiliki cukup banyak pengalaman saat 5 tahun hidup terpisah dari orang tua (saat aku menuntut ilmu di Yogyakarta). Aku memiliki banyak kesempatan untuk melewatkan waktu bersama keluarga tercinta. Aku memiliki banyak kebahagiaan berbagi bersama orang tua dan mertua. Aku menikmati waktu kebersamaanku dengan teman-temanku. Aku menikmati saat-saat aku bisa menyalurkan hobi membacaku. Dan yang pasti, aku mensyukuri kehadiran suami dan Shasa dalam hidupku dan menikmati setiap momen yang ada bersama mereka. 

Itulah kurang lebih (jika bisa disebut sebagai) "pencapaian"-ku di saat usiaku 30 tahun. Mungkin (bagi orang lain) tidak ada yang istimewa, namun bagiku sangatlah berarti. Satu hal yang kusadari, apa yang aku jalani di usiaku yang ke-30 tahun itu sangat mempengaruhi hidupku kini. Aku yang sekarang ini adalah "hasil proses" dari aku yang dulu berusia 30 tahun.

Menuliskan catatan tentang aku di usiaku yang ke-30 (beberapa tahun lalu itu) kian menyadarkanku bahwa kini usiaku telah merangkak jauh dari angka 30....

Tulisan ini diikutsertakan pada GA-AIDA.MA


18 komentar:

  1. Setiap org punya pencapaian masing2 ya Mba. Yg penting Bahagia..

    BalasHapus
  2. Sebuah pencapaian yang membahagiakan ya mbak Reni. Intinya adalah, selalu bersyukur pada apapun yang Allah berikan kepada kita.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, ya, Mbak.. bisa mengenang usia 30 tahunnya :-)

    BalasHapus
  4. di usia 30 puluh saya belum bisa membayangkan akan seperti apa saya yang ganteng ini......
    :P

    BalasHapus
  5. Sudah banyak yang didapat ya mbak saat 30 tahun. Saya malah baru nikah saat umur segitu :)

    BalasHapus
  6. pencapaian di usia 30 th nya hampir sama dengan saya mba...
    sukses ya, ngontes nya :)

    BalasHapus
  7. Perasaan tadi sudah komen di sini. Kok nggak ada ya?

    Sebuah pencapaian yang luar biasa di usia 30. Bersyukur atas segala nikmat dan karunia Allah.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah ...... Di usia itu sdh semakin lengkap proses yang di jalani

    Smg jadi pemenangnya ya, mbak

    BalasHapus
  9. di usia segitu sudah banyak yang Mbak Reni miliki...salut....!!! banyak loh, di usia segitu masih stag

    BalasHapus
  10. pencapaian itu membuat hidup bermakna ya mbak, dan usia 30 tahun itu berasa mulai memasuki usia lebih matang, aku baru tahun lalu memasuki usia 30 tahun mbak, salam mbak reni.

    BalasHapus
  11. Postingannya bagus :) followback blog gue dong http://ekienglandmuse.blogspot.com/

    BalasHapus
  12. salam untuk semua anggota keluarga ibu,, semoga senantiasa sehat selalu,,

    BalasHapus
  13. lagi bernostalgia dgn indahnya kenangan Saat berusia 30 thn ya mbak

    semoga menang GA nya :)

    BalasHapus
  14. Pencapaian seperti apa pun yang penting diiringi rasa syukur ya Mbak :)

    BalasHapus
  15. Barakallah mbak Reni. Semoga bahagia selamanya ya mbak. Ikut senang membacanya :)

    Oya, komen saya di note FB ttg kiriman yang sudah sampai itu, sudah terbacakan mbak?

    BalasHapus
  16. hmmm, jadi nostalgia yah. kayaknya saya harus menulis jg nih ketika umur saya 20.. dan keinginan saya ketika umur saya 30, hihihi

    BalasHapus
  17. alamdulilla di usia 30 tahun udah byk yang tercapai, ya :)

    BalasHapus
  18. banyak yg sudah tercapai ya mba.. pas dg tebakanku, mba reni lebih senior dikit dari aku, hihihi

    BalasHapus

Komentarnya dimoderasi dulu ya? Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak. (^_^)