Pages

Sabtu, September 28, 2013

Antara Mood dan Blogging

Harus kuakui bahwa mood sangat mempengaruhi aktivitas blogging-ku. Selama hampir 5 tahun ngeblog, moodku untuk blogging naik turun. Aku pernah sangat addicted dengan blog. Saat itu, nyaris setiap ada waktu aku usahakan untuk bisa intip blogku. Sekedar duduk termangu di depan kompie dan berusaha keras mencari ide postingan. Atau sekedar untuk cek komentar-komentar yang masuk. Bahkan, aku pernah sampai nangis gara-gara ada trouble pada jaringan internet sehingga aku gak bisa blogging selama beberapa hari! Suamiku sangat keheranan saat melihatku menangis saat itu.

Namun, tak terhitung sudah berapa kali juga moodku untuk blogging tiba-tiba drop. Bahkan pernah drop sampai ke titik nol! Saat seperti itu aku sama sekali tak berniat untuk menengok blogku, walau sekedar untuk ngecek komentar-komentar yang masuk kotak moderasi. Rasa kangen untuk nulis pun saat itu juga tak ada! Benar-benar berbeda 180 drajat dari saat-saat aku addicted.

Jujur kuakui bahwa ada banyak tantangan bagiku untuk tetap bisa eksis blogging. Selain sebagai istri dan ibu, aku juga bekerja di luar rumah. Sisa waktu di rumah tidak terlalu banyak. Apalagi pekerjaan rumah tangga juga menungguku setiap aku pulang kerja, karena aku tak punya asisten rumah tangga. Selain pekerjaan rumah tangga, Shasa pun memerlukan perhatian juga dariku.

Aku sering harus memulai aktivitas blogging pada malam hari, di saat semua urusan di rumah sudah beres. Tak jarang aku rela begadang jika saat itu moodku blogging benar-benar sedang bagus. Hari Sabtu-Minggu, di saat aku libur kerja pun aku tak bisa leluasa blogging. Justru di hari-hari libur itu pekerjaan rumah tangga menuntut perhatian untuk aku tuntaskan.

Biasanya, mood blogging-ku turun jika saat itu pekerjaan kantor sedang sangat banyak dan menuntut perhatian lebih. Lelah dengan urusan kantor, biasanya membuatku malas untuk berpikir lagi dalam membuat postingan di blogku. Pikiran yang penuh dengan urusan kantor seolah tak menyisakan ruang untuk memikirkan blog dan segala aktivitasnya.

Setiap kali mood blogging-ku turun, aku selalu kesulitan untuk membangkitkannya lagi. Selalu butuh waktu lama untukku agar bisa menemukan gairah lagi untuk blogging. Hanya untuk memulai membuat sebuah postingan saja, butuh tekad yang luar biasa untuk bisa melakukannya. Padahal aku tahu pasti, sekali aku bisa menaklukkannya dan berhasil membuat sebuah postingan, maka tak sulit untuk membuat postingan-postingan berikutnya.

Berdasarkan pengalamanku selama hampir 5 tahun blogging, moodbooster-ku selama ini adalah :
  • Ingatan tentang susah payahnya aku dulu membuat dan membangun blog-blog milikku. Dulu karena terdorong hasrat memiliki blog, aku berjuang sendiri mewujudkan blog impianku. Ingatan betapa bahagia dan bangganya aku saat blog yang aku impikan berhasil aku wujudkan sendiri [dengan susah payah]. Ingatan itu membuatku tak rela jika blog yang sudah aku bangun dengan susah payah akhirnya terbengkalai begitu saja.
  • Ingatan tentang tujuanku memiliki blog. Dulu aku ingin mempunyai 'catatan' yang kelak dapat dibaca anak cucuku. Aku juga ingin memiliki tempat untuk menumpahkan segala hal yang ada dalam pikiran dan perasaanku. Mengingat hal itu, seringkali mampu mendongkrak moodku untuk kembali memanfaatkan blog untuk tujuanku itu.
  • Komentar yang masuk. Aku selalu merasa terharu saat masih ada komentar yang 'nyasar' masuk kotak komentarku, padahal saat itu blogku sudah lama terbengkalai. Lebih terharu lagi saat ada blogger yang menanyakan : "kok belum update, mbak?", "masih sibuk ya mbak?", dll. Haduuuuhhh, rasanya aku berhadapan dengan sahabat-sahabat lama yang merindukanku dan berkunjung untuk mengetahui keberadaanku.
  • Hangatnya ikatan yang terjalin antara sesama blogger. Sampai harii ini aku masih seringkali merasa surprise, bahwa aku bisa demikian merasa dekat dengan seseorang yang bahkan belum pernah aku temui secara langsung. Aku merasa 'nyaman' berada di antara para blogger yang saling dukung, saling support dan penuh energi itu. Saat mengingat itu semua, mau tak mau muncul kerinduan di hatiku untuk kembali blogging dan menjadi bagian dari komunitas yang luar biasa itu.

Ya, begitulah aku... seorang yang mengaku sebagai blogger tapi sangat moody dalam aktivitas bloging selama ini. Dengan segala keterbatasan yang aku miliki, aku bersyukur karena hingga saat ini masih bisa mengelola kedua blogku. Walau kini aku tak bisa update setiap hari seperti dulu, aku tetap bersyukur karena aku masih mampu eksis hingga saat ini. Bangga juga rasanya... sudah hampir 5 tahun aku bisa mempertahankan sebutan blogger itu.



16 komentar:

  1. Udah lama juga ya mbak.. 5 tahun. Saya baru 1 tahun 9 bulan.
    Semoga sukses dengan GAnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... gak kerasa hampir 5 tahun, dengan kondisi mood yang naik turun hehehe :) Alhamdulillah....

      Hapus
  2. Mengikuti GA salah satu jalan untuk membangkitkan gairah nge-blog dan mengasah kemampuan kita dalam mendapatkan ide dan menterjemahkannya dalam tulisan.
    Siapa saja yang nge-blog pasti pernah mengalami penurunan gairah menulis bahkan meninggalkannya, seperti saya 1 1/2 tahun tidak update dan mengunjungi blog sendiri, Dan nge-blog lagi karena saya ingin ambil puisi saya untuk lomba, ternyata ada 2 blogger yang menanyakan keberadaan blog nuansa pena apakah tidak akan aktif lagi, kalau tidak aktif mereka beli dengan nilai yang menggiurkan waktu itu nuansa pena pr 3 karena hiatus 1 1/2 tahun jadi pr n/a lagi, Disinilah saya nge-blog lagi dan menolak tawaran mereka. Orang lain menghargai milik kita, justru kita menelantarkan begitu saja. Dan sekarang malah saya beternak blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Pak.. dengan mengikuti giveaway/kontes/lomba semangat kita jadi bisa bersemangat utk menulis
      Semoga saja blog ini bisa bertahan lama Pak.. :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terimakasih banyak Pak Edi :)

      Hapus
  4. heheheh, setuju dgn Mbak Reni. mood emang sangat mempengaruhi dalam blogging yah Mbak. trus komentar2 yg masuk jg jadi salah satu penyemangat kita untuk trus ngeblog ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya Di... sering2 mampir kesini dan komen ya... biar aku semangat terus ngeblognya hehehe #modus

      Hapus
  5. belakangan juga bertanya-tanya, ke mana mba Reni? akhirnya muncul juga :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kemarin2 emang sempat gak mood lagi. Tapi yang paling parah tuh adalah antara pertengahan tahun 2011 sampai akhir 2012. Saat-saat itu bener-bener mood-ku berada di titik nol...
      Untung sekarang sudah bangkit lagi, meskipun tak bisa segiat tahun 2010 yang lalu :)

      Hapus
  6. Saya sepakat Mbak Reni, keempat bagian terakhir itulah pemicu kita untuk melecutkan semangat tetap eksis apalagi mbak reni sudah lima tahun. Saya juga merasa beruntung, bisa bertahan ngeblog sejak 2009 sementara tak terhitung teman-teman yang sudah hilang entah kemana rimbanya. Saya sering merindukan tulisan-tulisan mereka
    Salam hangat saking mBlitar, untuk keluarga Madiun dan nDuk Shasha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Ies ya..? :)
      Bener Pak... ada beberapa teman ngeblog di awal aku masuk jagad blogsphere yang kini sudah tidak aktif lagi...
      Aku juga sering banget dg (tulisan) mereka...
      Insya Allah salam akan disampaikan dan salam juga tuk keluarga di Blitar nggih :)

      Hapus
  7. Moody ngeblog.....itu saya banget, mbak.... Bangkitnya lamaaa banget.
    Kalo mbak Reni biar di pengaruhi mood nya ....tapi kalo ikut GA selalu boyong hadiahnya sbg pemenangnya 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh mbak... aku jadi malu. Aku kalau ikut GA itu sering kalah lo.
      Menangnya cuma sesekali aja :)

      Hapus
  8. 5 tahun ngeblog dan tetap eksis itu bagi aku luar biasa lho mabk Reni.
    makasih partisipasinya ya mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. 5 tahun yang penuh dengan jatuh bangun mbak hehehe

      Hapus

Komentarnya dimoderasi dulu ya? Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak. (^_^)