Pages

Minggu, Juni 30, 2013

Dukungan teknologi untuk mengembangkan passion

Perkembangan teknologi kian pesat dari hari ke hari. Sudah banyak orang yang memahami bahwa perkembangan teknologi itu kian mempermudah manusia untuk mengakses informasi. Kini, manusia dapat mengetahui perkembangan kabar terbaru, baik dari dalam maupun luar negeri, hanya dalam hitungan detik. Itu semua berkat teknologi. Tapi, apakah hanya sebatas itu peran teknologi? Ternyata tidak, kawan! Dukungan teknologi dapat mengembangkan passion seseorang juga ternyata! Gak percaya? Mau tahu buktinya? Simak aja ceritaku di bawah ini. Cekidot...

Beberapa hari yang lalu aku ~secara tak sengaja~ menemukan kisah menarik dan inspiratif dari YouTube. Kisah tentang seseorang bernama Vernon yang berhasil menemukan passionnya lewat teknologi. Dalam rekaman itu terlihat sekali bagaimana Vernon, begitu lekat dengan gadgetnya : Aspire P3 Hybrid Ultrabook, sebuah produk terbaru Acer. Melalui Aspire 3 itu, Vernon melakukan aktivitas pekerjaannya sehari-hari (sebagai asisten DJ Tiesto) sekaligus untuk menyalurkan passionnya menjadi seorang DJ. Di sela-sela kesibukan pekerjaannya, Vernon selalu asyik bermain musik layaknya DJ melalui Aspire 3-nya. Vernon dapat menyalurkan passionnya itu berkat program Virtual DJ pada Aspire 3 miliknya. Dan... berkat Aspire 3 itulah Vernon mampu menunjukkan passionnya sebagai seorang DJ di depan publik! Hal itu terjadi saat secara tak terduga DJ Tiesto menghadapi masalah dalam sebuah penampilan live-nya dan Vernon ~terdorong oleh passionnya~ secara sigap 'menyelamatkan' pertunjukkan dan mengambil alih panggung.

sumber : sini

Melihat tayangan tersebut, mau tak mau aku harus mengakui bahwa tanpa dukungan teknologi maka Vernon mungkin tak akan menemukan dan mengembangkan passionnya. Selanjutnya dengan dukungan teknologi pula Vernon akhirnya mampu mewujudkan mimpinya menjadi DJ dan tampil di sebuah panggung megah. Sebaliknya, tanpa adanya passion maka teknologi ~secanggih apapun itu~ tak akan mampu berbuat banyak. Untunglah kini telah ada gadget yang mendukung manusia untuk menemukan dan mengembangkan passionnya masing-masing. Jadi, passion dan teknologi saling terkait satu sama lain untuk bisa membuat seseorang maju dan berkembang.

Usai menonton tayangan kisah Vernon tersebut aku pun teringat akan pengalamanku sendiri. Dulu, aku hanyalah seorang ibu dan istri yang juga bekerja sebagai seorang pegawai negeri. Duniaku dulu hanyalah berkutat antara kantor, rumah dan lingkungan sekitarku saja. Aku bukan orang yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Saat itu, aku merasa sudah nyaman dan bahagia dengan keadaanku tanpa ada keinginan atau hasrat yang lainnya. Namun semua berubah terhitung mulai awal tahun 2007 yang lalu.

Saat itu, aku dipindahtugaskan. Di kantorku yang baru inilah aku mulai mengenal yang namanya internet. Berawal dari rasa penasaran tentang apa itu internet dan apa yang ada di "dalam"nya, aku pun mulai rajin browsing setiap hari di sela-sela kesibukan kantor. Setelah sekian lama menjelajah dunia maya melalui internet, perhatianku terfokus pada blog. Saat itu aku begitu antusias mengetahui bahwa siapa saja bisa menuliskan sesuatu pada sebuah blog yang bisa diakses dan dibaca siapa saja, dimana saja! Hal itu benar-benar membuatku bergairah sekaligus penasaran ingin tahu bagaimana caranya membuat blog!

Sejak saat itulah, aku terus berusaha mencari tahu bagaimana aku bisa mempunyai sebuah blog. Sayang, tak ada satupun teman di kantorku yang bisa menjawab pertanyaanku itu. Akhirnya, terdorong dengan hasrat dan rasa penasaran, aku pun berusaha sendiri mencari tahu jawabannya. Pencarianku berbuah manis, karena akhirnya di penghujung tahun 2008 aku bisa membuat blog secara otodidak. Tak mampu kugambarkan dengan kata-kata bagaimana rasa bahagia dan bangganya aku pada saat itu.

Lucunya, setelah aku berhasil memiliki sebuah blog, aku jadi bingung sendiri. Penyebabnya adalah... aku tak tahu harus menulis apa di dalam blog-ku itu. Setelah beberapa hari blog itu kosong, akhirnya aku berhasil juga menuliskan postingan pertamaku yang singkat dan hanya terdiri dari 3 alinea. Walau tulisan pertamaku itu masih belum memuaskan tapi aku bangga bisa berhasil menulis. Walau belum menyadari sepenuhnya, sejak saat itu passionku untuk menulis sudah mulai muncul. Sebuah passion yang sebelumnya tak pernah kusadari ada dalam diriku.

Selanjutnya, seiring berjalannya waktu, aku pun makin bersemangat untuk belajar menulis. Walau aku masih harus duduk termangu berlama-lama di depan komputer, karena kesulitan untuk memulai menulis, aku masih saja bersemangat untuk bisa menulis dalam blog itu. Sedikit demi sedikit tulisanku mulai bisa lebih panjang. Aku pun mulai lebih mudah saat hendak menulis. Semakin lama aku semakin ketagihan untuk menulis dan semakin lama aku semakin bangga menyandang julukan blogger. Aku yang biasanya hari Sabtu dan Minggu, di saat tidak kerja, bisa tenang-tenang di rumah jadi mulai gelisah. Penyebabnya adalah pada hari-hari itu aku tak bisa mengakses internet dan tak bisa ngeblog lagi, karena di rumah kami tak ada jaringan internet.

Rupanya suamiku bisa membaca kegelisahanku. Dia pun memberiku sebuah laptop Acer Aspire One biru yang mungil dan memberiku kesempatan untuk mengakses internet di rumah. Sejak saat itu, passionku seolah mendapatkan jalan untuk tumbuh dan berkembang. Aku bisa menghabiskan malam dengan duduk berjam-jam di depan laptop Acer-ku hanya untuk bisa membuat tulisan pada blog milikku. Aku kian menyadari bahwa aku akan menjadi demikian gelisah saat aku tak bisa mengakses blogku karena jaringan internet yang terganggu.


aptop Acer Aspire One Biru mungil lama milikku

Setelah sekian lama berlatih menulis di blog untuk menyalurkan passionku, akhirnya aku mampu memenangkan sebuah kontes menulis (giveaway) yang digelar seorang blogger. Bagiku yang pada awal membuat blog saja kesulitan untuk menulis, tentu saja hal itu kian membakar passionku untuk terus menulis dan menulis lagi. Aku jadi makin bersemangat untuk mengikuti berbagai lomba yang ada. Kemenangan belum menjadi tujuan utamaku saat itu, melainkan kepuasan bisa menghasilkan tulisan sebagaimana tema yang ditentukan itulah yang lebih penting bagiku saat itu.

Passionku kian berkembang setelah aku menyadari bahwa melalui tulisan (di blog) aku mampu untuk mengaktualisasikan diri dan menghasilkan karya. Lebih membanggakan lagi setelah aku ternyata mampu meraih prestasi walau masih dalam event yang berskala kecil. Belakangan, berkat dorongan blogger-blogger juga, akhirnya aku pun mencoba untuk ikut bisa menghasilkan uang melalui blogku. Walau uang yang kuterima melalui tulisanku itu masih relatif "kecil" tapi kepuasan yang aku dapatkan sungguh tidak kecil.

Begitulah, sejak mengenal teknologi dan internet, aku berubah. Aku jadi bisa menemukan passion-ku yang sebelumnya tak pernah aku sadari. Tanpa dukungan teknologi, aku pasti tak akan pernah menyadari memiliki passion dalam bidang menulis ini. Berkat teknologi, aku tak hanya bisa menemukan passionku tapi juga bisa mengembangkannya. Aku tak lagi hanya puas dengan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah tanggaku, karena aku kini punya dunia lain yaitu : menulis.

Aku dan Vernon sama-sama menemukan passion melalui teknologi yang dikembangkan oleh Acer. Dukungan teknologi telah mengembangkan passion kami. Hanya bedanya, teknologi yang dinikmati Vernon melalui Acer Aspire 3 miliknya jauh lebih canggih daripada Acer Aspire One lama milikku.

Teknologi, jika dimanfaatkan dengan tepat akan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi manusia.



7 komentar:

  1. Menapak sedikit demi sedikit dan selangkah demi selangkah akhirnya bisa 'berlari' dan 'terbang' dengan teknologi maju. Artikel menarik yang dapat menjadi motivasi dan inspirasi utamanya bagi para calon Blogger untuk memasuki dan menjelajahinya. Salam cemerlang. Sukses selalu.

    BalasHapus
  2. Herdoni Wahyono >> Betul sekali... spt itulah penggambarannya. Menapak sedikit demi sedikit, melangkah dan akhirnya berlari.. spt itulah yang aku alami dalam menulis selama ini :)

    BalasHapus
  3. Sip mak, makin lama makin terlatih menulis. Passionnya tetap terjaga berkat Acer Aspire ^_^

    Moga menang ya mak. Makasih koreksinya. Sudah saya tambahkan ttg kelebihan Acer yang satu itu :) itu penting juga buat sebagian orang.

    BalasHapus
  4. @Mugniar >> Bener sekali, Mak. Terimakasih doanya ya Mak dan untunglah Mak Niar sempat koreksi kekurangannya kemarin. Semoga menang juga ya Mak.. :)

    BalasHapus
  5. what a wow! suka jadi bakat :)

    BalasHapus
  6. enak ya mba klo bs dpt duit dari bloh :D
    Semoga menang ya mba ^____^

    BalasHapus
  7. sebuah pengalaman yang luar biasa, kalau buat aku sendiri sampai sekarang tetep kesulitan kalau mau nulis ngga bisa seperti mba yang pandai menulis

    BalasHapus

Komentarnya dimoderasi dulu ya? Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak. (^_^)