Pages

Minggu, Mei 26, 2013

Epson L Series Kunci Kesuksesan Diklat PNS

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) telah kita rayakan pada tanggal 20 Mei 2013 yang lalu. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kelahiran Budi Utomo 20 Mei 1908 merupakan tonggak awal dari kebangkitan rakyat Indonesia. Sayangnya meskipun kebangkitan nasional sudah dimulai sejak 105 tahun yang lalu akan tetapi belum segenap masyarakat kita memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional itu untuk sadar dan bangkit meraih kemajuan demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.

Mengingat bahwa pondasi kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan, maka kita perlu memberikan perhatian lebih pada pendidikan. Salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat.”

Maksud dari pernyataan di atas adalah siapa saja, tanpa ada batasan umur, tanpa memandang status dan lain-lain, harus terus menuntut ilmu dan mengikuti pendidikan selama hayat masih dikandung badan. Pendidikan yang dimaksud disini bukan saja pendidikan formal, namun juga pendidikan informal. Jadi, yang perlu untuk mendapatkan pendidikan atau menuntut ilmu bukan saja anak-anak yang ada di sekolah, namun seluruh masyarakat dan termasuk di dalamnya adalah Pegawai Negeri Sipil.

Mengingat bahwa esensi dari sebuah pendidikan adalah pembentukan karakter serta pembentukan kerangka berpikir, maka setiap PNS harus mengikuti pendidikan sejak mulai diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil sampai dengan menjelang pensiun, tanpa kecuali. Esensi pendidikan itu pun dituangkan dalam tujuan pendidikan dan pelatihan PNS dalam PP No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Salah satu dari keempat tujuan pendidikan dan pelatihan PNS adalah “meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi”.

Melalui pendidikan dan pelatihan itu diharapkan pada setiap PNS usai mengikuti diklat akan ada peningkatan mutu profesionalisme dan sikap pengabdian sehingga akan terbentuk sumber daya manusia aparatur yang memiliki kompetensi jabatan dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. Bila itu semua terwujud diharapkan para PNS sebagai abdi negara akan siap menjawab tuntutan nasional dan tantangan global dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik.

Bicara tentang pendidikan dan pelatihan (diklat) PNS, maka aku akan bicara tentang salah satu tugasku di kantor. Aku dan tim kerjaku setiap tahun selalu memprogramkan sekaligus menyelenggarakan berbagai pendidikan dan pelatihan bagi PNS. Berdasarkan pengalamanku selama ini, setiap kali kami menyelenggarakan diklat PNS maka volume pekerjaan kami meningkat tajam. Begitu banyak hal yang harus kami kerjakan dan kami persiapkan agar diklat PNS itu dapat berjalan sukses dan lancar. Sebagaimana diketahui bahwa PNS tak bisa dilepaskan dari birokrasi, itu sebabnya begitu banyak hal yang harus kami kerjakan khususnya terkait dengan dokumen dan surat-menyurat.

Untuk memperlancar urusan administrasi dan surat menyurat itu, kami mempercayakannya pada 2 buah printer Epson yang tersedia di ruangan kami, yaitu : L100 dan TX101. Berkat bantuan kedua Printer Epson tersebut maka kami tak mendapatkan banyak kendala dalam mencetak begitu banyak dokumen, mulai dari surat pemanggilan calon peserta, surat permintaan tenaga pengajar hingga surat undangan pembukaan/penutupan diklat, sambutan Walikota (yang akan membuka diklat), laporan ketua panitia penyelenggara, Buku Pedoman Diklat, Modul Diklat dan juga Jadwal Diklat. Selain itu, untuk mencetak foto-foto peserta yang ada dalam Kartu Tanda Peserta, Buku Kenangan dan Buku Peserta Diklat pun dapat kami lakukan dengan baik dengan bantuan Printer Epson.



Printer Epson TX101


Ini dia Printer Epson L100 yang sangat berjasa membantu kelancaran diklat


Memang dari kedua jenis Printer Epson itu, yang sering kami pakai adalah yang Epson L100. Harus kami akui bahwa Epson L Series sangat “tangguh” mencetak dalam jumlah besar sehingga selama ini diklat PNS yang kami laksanakan tidak pernah terkendala karena urusan mencetak segala macam dokumen selalu lancar. Dengan kecepatan mencetaknya (Hitam = 27 ppm, warna = 15 ppm, photo 4x6 in 66 secon) kami tak pernah mendapatkan kendala dalam mempersiapkan segala macam dokumen diklat yang dibutuhkan. Yang paling penting adalah menggunakan Epson L100 itu sangat hemat! Bayangkan saja dengan hanya 1 botol tinta (seharga Rp. 69.000) kami dapat mencetak sampai 4000 lembar dokumen. Terlebih lagi kualitas hasil cetakannya juga bagus. Jadi bisa dibilang, Printer L100 hebat dan hemat kan? Tidak salah kami dulu memilih untuk membeli Printer Epson L100 untuk menunjang kegiatan kami di kantor.

Atas segala kelebihannya itu tak heran jika Epson yang tahun ini genap berumur 71 tahun berhasil masuk dalam daftar 100 Top Global Innovators dari Tomson Reuters. Oya, Epson juga mendapatkan penghargaan sistem tinta terinovatif PCplus 2011 untuk Epson L100/L200/L800. Semoga saja ke depannya Epson makin mengukuhkan kontribusinya dalam memajukan bangsa, khususnya memajukan para abdi negara melalui diklat PNS.

referensi :
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
PP 101 Th 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS
http://www.epson.co.id


11 komentar:

  1. saya tetap setia dengan canon mbak..karena belum rusak..hehee

    BalasHapus
  2. Ni lomba DLnya kapan ya Mak

    BalasHapus
  3. @Fian Syauqi >> berarti pinter ngerawatnya ya?

    @Ikan koentjoro >> DLnya kemarin sih. Mak Ika belum tahu to tentang lomba ini? kirain sudah dikasih tahu ama Mak Lies.

    BalasHapus
  4. diklat PNS itu diklat prajabatan kah Bu maskudnya...?

    keren amat printernya....
    hemat pulak ya...

    BalasHapus
  5. masing2 merek printer memiliki kelebihan dan kekurangan...namun apapun mereknya..printer memang sangat dibutuhkan pada zaman era digital saat ini :-)

    BalasHapus
  6. semoga menang lombanya, Mbak :)

    BalasHapus
  7. saya menggunakan Epson sejak tahun 95 dengan tipe LX800 dan masih berfungsi meski dengan teknik dot matrik tapi sangat unggul dan tahan banting. Juga ada TM220, LX300 II dan R230
    Epson memang woke

    BalasHapus
  8. Pertama congrats utk keberhasilanya di kartunet ya mbak.

    Terus semoga sukses dgn Epsonnya, d kntr juga sebagian gunain printer epson lho?

    BalasHapus
  9. printer bikinan produsen lokal ada nggak ya mbak, kebangkitan nasional gitu lho hoho

    BalasHapus
  10. Wah.. Emang keren yah mbak printernya.. Hehe..
    Jd inget yg dirumah lg abis tintanya, huhuhu..
    Sukses yah mbak Reni :-)

    BalasHapus

Komentarnya dimoderasi dulu ya? Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak. (^_^)