Pages

Selasa, September 15, 2009

Batik Indonesia

Pengembangan batik di Indonesia yang diketahui dari berbagai catatan ternyata banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Pada mulanya, kesenian batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Namun karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka dalam perkembangannya kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Meskipun begitu, sampai sekarang masih ada corak batik tulis tertentu yang sampai kini hanya diperuntukkan bagi kalangan kerajaan Jawa dan tak bisa dibuat oleh orang sembarangan.

Sedangkan meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa bermula setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Pada saat itu semua batik yang dihasilkan adalah batik tulis sampai awal abad ke-XX. Corak dan kualitas batik tulis memang sangat istimewa, mengingat pembuatannya yang masih dilakukan secara manual dengan menggunakan canting dan proses pewarnaannya yang memakan waktu cukup lama. Sementara batik cap / batik printing baru dikenal setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia. Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Bagiku sendiri, batik bukanlah hal asing. Selama ini aku masih suka menggunakan sprei batik di rumah, karena aku suka dengan kainnya yang lembut dan dingin. Selain itu, mencucinya juga tidak berat. Untuk urusan baju pun, aku punya beberapa koleksi baju batik. Sebagai PNS, aku sudah terbiasa dengan agenda pemerintah yang menetapkan "Pekan Swadesi" pada setiap pertengahan bulan Mei 2009. Dalam Pekan Swadesi itu, kami dihimbau untuk menggunakan produk dalam negeri (khususnya batik) untuk ke kantor. Terlepas dari Pekan Swadesi, kantorku juga memiliki seragam batik khusus yang harus dikenakan setiap hari Jum'at.

Berita menggembirakan awalnya aku terima dari mas Trimatra bahwa usaha Indonesia untuk memperjuangkan batik di dunia internsional telah membuahkan hasil. Akhirnya UNESCO akan mengesahkan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) pada tanggal 2 Oktober 2009 di Prancis. Batik yang diakui sebagai Warisan Budaya Dunia adalah jenis batik tulis dan bukan batik printing. Hal tersebut dikarenakan batik printing sudah banyak diproduksi oleh berbagai negara, namun batik tulis hanya diproduksi di Indonesia.

Berita itu tentu saja sangat menggembirakan dan melegakan, apalagi disaat kebudayaan dan kesenian Indonesia diklaim sebagai milik Malaysia. Berita ini tentu saja serasa angin segar yang merupakan bukti pengakuan dunia internasional terkait Batik Indonesia. Sehingga, sebagai wujud kecintaannya kepada Batik Indonesia, maka mas Trimatra telah membagikan "I Love Batik Award" yang disertai dengan sebuah tag khusus, yaitu : "gunakan pakaian bermotif batik disaat-saat paling bahagia dalam keseharianmu". Kebetulan award yang sama aku dapatkan juga dari Mbak Elly dan Mas Noor. Untuk mas Tri, Mbak Elly dan Mas Noor, terima kasih sudah berbagi award ini denganku ya...?


Maka, aku pun dengan rasa bangga akan membagikan kembali award yang indah tersebut kepada :
Jeng Sri
Shasa Imutz
Mbak Aisha
Mbak Sinta
Mbak Linda Belle
Mbak Ira Rachmawati
Bli Jhoni
DJ Tri
Anak Nelayan
Bang Eri-Communicator

Acara bagi-bagi award sudah. Semoga dengan award tersebut, kita semakin mencintai Batik Indonesia sebagai warisan budaya Indonesia. Dan sebagai wujud kebanggaan kita, maka untuk mendukung pengukuhan Batik tulis Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia mari kita memakai batik pada tanggal 2 Oktober 2009 yang akan datang. Setuju ... ??

21 komentar:

  1. Perasaan 2 Oktober itu jadwalnya aku ke pasar deh. Tunggu, aku periksa lemariku dulu, ada nggak ya baju batikku yang cocok buat ke pasar?

    Hwaa..nggak ada! Batikku buat jalan ke mal semua!

    BalasHapus
  2. Aku setuju,.... makanya aku beli baju lebaran sekeluarga yang bernuansa batik.

    Sukses untuk Awardnya.
    Muhon maaf baru sempet ol,....speedy lagi trouble.

    BalasHapus
  3. Ketawa baca komennya Vicky...masak ke pasar jadwalnya jauh amat??

    Mbak, gimana kalo kita pas tgl. 2 Okt rame2 posting foto kita pake baju batik? Aku dah janjian ama mbak Elly juga nih.. Boleh foto pas hari itu, ato hari lainnya, tp postingnya barengan, gimana?

    BalasHapus
  4. hohoho....awardnya makin keren disini ternyata.

    makasih, eniwei...diriku ngarasa dah keduluan ide jadinya, maunya sih ngajakin make batik jugah tgl 2 oktober di postingan.

    wookeh..yuk yak yuk, gunakan batik pada saat2 paling bahagia dalam keseharianmu.

    BalasHapus
  5. hidup batik! wah, udah diposting nih.

    BalasHapus
  6. mampir sbg wakil blog f2. hidup batik lagi deh!

    BalasHapus
  7. He..he..he...
    Sueneng aku,....
    Aku kan dari Pekalongan.

    Sedikit kenangan masa kecil.
    Ketika tiap hari, suara kicau burung masih sering terdengar.

    Saling kejar diselingi siulan dari BIBIR MUNCIS para pembatik yang meniup CANTING BATIK-nya.

    Itu dulu.
    Ketika Halaman Rumah kami suatu waktu seperti musim Kampanye dengan kibaran kain putih berderet-deret dijemur rapi.

    Lalu disana-sini dipojok Rumah.
    Kain putih itu di lukis jari lentik bermalam dengan indah
    Ciptakan karya seni adiluhung.

    Itu dulu...
    Kini kompor kecil itu mainan plastik.
    BIBIR MUNCIS-pun hilang berganti GEL Pelumas bibir.
    Wangi "malam" -pun berganti raib.
    tergusur bau menyengat Obat Sablon nan menusuk.

    ( Malam = Lilin batik )

    BalasHapus
  8. ditempat kerjaku pakai batik tiap hari rabu dan kamis

    BalasHapus
  9. Wiii... senengnya dapat batik award. Selamat, ya!

    Batik memang keren. Coba deh sesekali mbak pake Batik Garutan. Kaya warna...

    BalasHapus
  10. pakai batik.....
    siapa takut..!!!!

    BalasHapus
  11. wah selamat ya buat awardnya :D

    BalasHapus
  12. bagus banget tuh bathiknya.warna merah lagi hehehe.selamat ya sis.Dan terimakasih banget untuk saya.

    BalasHapus
  13. makasih buat awardnya ya mbak ren, mulai berpikir-pikir untuk mencari motif2 batik

    BalasHapus
  14. Sekali batik tetap batik
    Sekali baik tetap baik

    hidup batik
    Hidup baik

    BalasHapus
  15. waduh....jadi bahagia dapat award pertama kali...hiks, jadi termehek-mehek Tankyu ya.....Ndilalah (kata wong jowo) aku baru pulang dari tanah abang buat beli baju lebaran, dan hampir 90 persen yang aku beli baik buat aku dan sumiku adalah batik...(bukan sesuatu yang kebetulan kan?) Padahal sebelumnya aku dan suamiku anti batik karena kesane tua, tapi ternyata....wuich...aku jadi makin keren pake batik....I Love Batik....tenkyu ya mbak

    BalasHapus
  16. gyahahaha...dapat award lagi.....batik yang cantik nih!?!?!?!

    saya juga tiap rabu make batik di kantor mba'.......okeh segera mengambil awardnya dan akan segera di pajang!!!!

    BalasHapus
  17. i love batik!!
    makasih mbak Ren...ntar dipajang beserta foto diriku memakai batik hahaha...

    BalasHapus
  18. I defenitely love batik!

    oh iki toh awardnya mbak reni. makasih ya. eh gak ada tugas toh?

    BalasHapus
  19. Terima kasih, Atas Awardnya... setelah hari raya akan saya pajang di Myblog... dan memang Sangat bangga sekali kalau aku memakai Batik.. bahkan Kemeja Batik ada di Stok lemari pakaianku... karena kemeja batik selalu aku kenahkan pada acara-acara terutama Undangan Hajadan baik pernikahan atau khitanan.

    Kalau di Banyuwangi terkenal dengan Batik Gajah Oling. Karena kain batik Gajah Oling ini dijadikan pakaian khas oleh penari Gandrung Banyuwangi.

    BalasHapus
  20. semoga dengan pengukuhan Unesco ini, masyarakat semakin paham dengan batik, jangan-jangan baju yang kita pakai selama ini bukan kain "batik", tapi kain "motif batik" atau batik printing yang parahnya lagi made in China bukan made in Indonesia, jgn sampai pengakuan ini tidak membawa manfaat ekonomi bagi bangsa ini. i love batik indonesia !!!

    BalasHapus

Komentarnya dimoderasi dulu ya? Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak. (^_^)